RatuHot99 - Pertama aku datang ke kantor pamanku, aku langsung bertanya-tanya siapakah perempuan ini. Setelah beberapa saat kutahu bahwa namanya Lisa. Penampilannya biasa saja kecuali tubuhnya yang seksi dan montok. Ternyata dia pegawai baru dibidang administrasi.
Aku jemput di kostnya. Kita nonton dan makan layaknya orang yang sudah lama kenal. Ternyata dia sudah banyak informasi tentang aku. Lisa ini orangnya agak sedikit agresif dan mesra, terbukti pertama kali jalan saja aku sudah dapat mencium dia.
Pertamanya di pipi, terus ke bibir dan dia jago sekali ciumannya. Permainan lidahnya membuat jantungku seakan mau lepas. Setelah beberapa kali pertemuan, aku ingin mencoba yang lain dan dia tidak menolak sama sekali waktu diajak “check in” di motel.
Sebagai seorang cowok, kutahu yang dia mau. Lisa sama sekali tidak menolak waktu aku raba bagian tubuhnya. Setelah melakukan pemanasan beberapa saat, kita telah berbugil ria. Wah, ukuran dadanya ternyata diatas rata-rata, sepertinya sih 36C, wow! besar sekali. Tapi anehnya dia tidak mau waktu aku mau membuka CD-nya.
Katanya, “Jangan Mas, Lisa kan belum pernah”.
Terus aku balik bertanya, “Kamu masih perawan yah..?”.
Dia jawab, “Iya”.
Tapi jawabannya sih mengandung rasa curiga.
Akhirnya kita cuma petting saja dan dia mencoba menghisap milikku. Masih agak kaku juga. Cara dia menghisap masih tergolong amatir. Pelan tapi pasti. Aku sudah tidak tahan lagi dan dia tahu akan hal itu. Aku coba lagi untuk buka CD-nya lagi dan lagi-lagi dia menolak. Dia bilang, “Mas, mau engga dikelurin di mulut Lisa?”. Kaget juga aku mendengarnya, tapi oke juga. Lama juga dia mengisap penisku sampai akhirnya aku sudah tidak tahan lagi.
Ternyata dia orangnya pegang janji, begitu keluar semua, spermaku langsung ditelannya sampai tidak tersisa sedikitpun air maniku, banyak juga keluar air maniku waktu itu. Akhirnya dia tersenyum puas. Setelah kejadian itu, Lisa makin sering kujemput dan setiap kali dalam perjalanan pulang, dia mengisap punyaku sampai keluar dan langsung ditelannya. Dia bilang nikmat dan sehat. Aku sih oke-oke saja.
Kucium dia perlahan, dia semakin ganas membalasnya. Satu persatu kubuka bajunya sampai polos semua. Kali ini dia yang memegang kendali. Kita melakukan dengan posisi 69. Nafsuku semakin memuncak dan aku ingin sekali mencoba vaginanya yang wangi.
Aku mempersiapkan senjataku untuk menuju sasaran. Kali ini dia diam saja sepertinya pasrah, memang ternyata vaginanya sempit sekali. Coba dan coba terus adalah motoku. Sampai akhirnya masuk juga. Begitu masuk semua dia mengerang keenakan, kugenjot sedikit cepat, dia semakin tidak terkendali.
Dia minta ganti posisi, sekarang nungging (yang ini gaya favoritku). Agak susah, karena pantatnya yang bulat seperti pantat bayi. Pantatnya yang seperti pantat bayi membuatku kesulitan masukkan barangku. Uh…, gila bener nih, sempit dan nikmat.
Payudaranya yang besar itu bergantung seperti buah pepaya yang ranum. Kuremas dari belakang sambil bergoyang. Kita bermain terus sampai dia mengalami dua kali orgasme. Suatu saat dia bilang, “Mas, jangan keluar di dalem yah…, Lisa takut nanti jadi…, hehehe.” Agen BandarQ
“Dimulut aja yah!”. Iya deh aku sih nurut saja. Setelah mau keluar, aku cabut dan cepat-cepat kumasukkan ke mulutnya, diisap lagi olehnya, “ughh”, disedot dan dijilat sampai akhirnya, “Cret…, creeet…, creett”, keluar semua dan dia telan semuanya.
Itulah pengalaman ML yang sulit aku lupakan sampai suatu saat dia enggan bertemu denganku lagi. Tak tahu sebab yang pastinya, yang pasti aku sudah rindu ngewe dengannya lagi.

No comments:
Post a Comment